
Kegiatan outbond merupakan salah satu program unggulan sekolah yang rutin dilaksanakan setiap satu semester sekali. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengkonkritkan pembelajaran yang selama ini hanya diperoleh melalui teori di dalam kelas, menjadi pengalaman nyata yang lebih bermakna. Melalui outbond, siswa diajak untuk melakukan pembelajaran kontekstual yang langsung berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Outbond kali ini dilaksanakan pada hari Selasa, 14 April 2026, dengan diikuti oleh 5 kelas terdiri dari 63 Laki-laki dan 74 Perempuan kelas 1, 10 guru pendamping, serta 2 sadhow dan 25 wali murid. Akomodasi menuju lokasi menggunakan angkot yang disiapkan sekolah, sehingga perjalanan terasa menyenangkan dan penuh keceriaan. Sesampainya di Batu Love Garden, peserta didik berbaris dan memasuki area taman rekreasi dengan penuh keceriaan. Setelah itu, kegiatan inti outbond pun dimulai dengan berbagai rangkaian aktivitas pembelajaran dan permainan yang telah disusun panitia untuk dikaitkan dengan mata pelajaran PJOK dengan materi menjaga keselamatan di tempat keramaian dan Seni Rupa dengan mengekplorasi bentuk yang ada di Batu Love Garden.

Kegiatan pertama yaitu foto bersama, selanjutnya kegiatan difokuskan pada muatan pelajaran Seni Rupa dengan tema mengeksplorasi bentuk benda di Baloga. Kegiatan dimulai dengan sesi pendampingan dan pengarahan guru untuk mengamati bentuk benda di sekitar area Baloga. Kegiatan pertama bertujuan siswa bisa mengetahui dan membedakan bentuk benda secara nyata.

Pada kegiatan ini anak-anak yang antusias mengekplorasi area yang terdapat banyak macam-macam bunga yang dikeringkan dan ada beberapa tumbuhan yang langka dengan seragam olahraga berwarna kuning-oranye, mereka berkelompok mendengarkan arahan guru tentang bentuk-bentuk benda yang ditemukan di Baloga. Ada yang duduk beristirahat, ada pula yang bermain seru sampai tidak mengenal lapar. Momen ini memperlihatkan bahwa pembelajaran tidak hanya berlangsung di kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan alam sekitar Batu Love Garden.
Kegiatan kedua memuat pelajaran PJOK dengan tema menjaga keselamatan di tempat keramaian. Kegiatan dimulai dengan sesi pengarahan guru tentang menjaga keselamatan saat berada di tempat wisata, seperti antri dengan tertib ketika masuk tempat wisata, selalu baris dan berkumpul dengan rombongan, menjaga selalu barang bawaan, tidak meninggalkan barang bawaan sembarangan dan mendengarkan instruksi guru. Melalui pengarahan guru peserta didik memahami cara menjaga keselamatan di tempat keramaian. Selanjutnya, mereka mempraktikkan cara menjaga keselamatan di tempat keramaian dengan berkeliling dan bermain dengan tertib sesuai dengan aturan dan pengarahan guru.


Setelah berkeliling peserta didik berkegiatan edukasi bersama tim edukasi dan didampingi guru. Kegiatan edukasi yang pertama yaitu membuat keterampilan kolase biji-bijian ,kegiatan tersebut melatih kreativitas dan konsentrasi peserta didik. Kegiatan selanjutnya yaitu membuat es krim strawberry, kegiatan tersebut mengenalkan proses pembuatan es krim kepada peserta didik. Kegiatan selanjutnya merupakan kegitan terakhir , yaitu budidaya strwaberry, kegiatan ini menjadikan peserta didik memahami cara menanam dan merawat tumbuhan strawberry.
Setelah rangkaian kegiatan pembelajaran selesai, acara dilanjutkan dengan yel yel yang bersifat membangkitkan semangat peserta didik setelah bermain dengan penuh semangat. Keceriaan terlihat jelas dari wajah para peserta yang begitu antusias mengikuti setiap kegiatan. Guru memberikan pengumuman agar semua peserta didik bersiap membersihkan dan membilas diri untuk mengekplorasi wahana playground yang ada di Baloga. Guru juga mengingatkan kembali untuk tetap tertib ketika bermain di area playground. Tidak boleh beterteriak atau mengganggu teman yang bersiap berpulang. Semua aturan disepakati bukan untuk membatasi kesenangan, tetapi agar tidak ada yang terluka, tidak ada yang merasa dirugikan, dan suasana bermain tetap menyenangkan dari awal sampai akhir. Berkat penerapan aturan yang jelas dan sikap disiplin peserta didik, taman bermain akan menjadi tempat yang dirindukan peserta didik setiap hari.
Kegiatan outbond bukan sekadar rekreasi, melainkan pengalaman belajar yang kontekstual, menyenangkan, dan penuh makna. Dengan kombinasi pembelajaran Pendidikan Pancasila, PJOK, serta kegiatan rekreatif yang didapat saat bermain.